BSCSupply Chain StoriesSubscribe
Karir di Supply Chain Seperti Naik Sepeda.

CAREER

EP. 011

Karir di Supply Chain Seperti Naik Sepeda.

Joshua Ratadhi: Membangun organisasi yang berbasis pada Data-Driven Decision Making (DDDM)

Joshua Ratadhi

Joshua Ratadhi

Director & CEO, PT Prima Wiguna Parama (member of ABM Group) — Indonesia

PROFIL: Joshua Ratadhi, praktisi & senior profesional di bidang procurement & supply chain. Posisi beliau saat ini adalah Direktur & CEO di Prima Wiguna Parama, perusahaan yang tergabung di ABM Group. Sebelumnya, Joshua banyak mengahbiskan kariernya di industri mining, termasuk di Cipta Kridatama, Indika Energy dan KPC (Kaltim Prima Coal).

Written by Enha

THE JOURNEY

The Journey

Di sesi kali ini, Joshua berbagi pengalamannya tentang seputar karier di supply chain, pandangannya tentang profesi ini di 10 hingga 15 tahun mendatang hingga pentingnya menggunakan pendekatan Data-driven decision making (DDDM), khususnya untuk menyelesaikan persoalan supply chain di industri yang semakin kompleks.

Diskusi singkat ini pandu oleh Editor-In-Chief, Supply Chain Stories.

[BSC] Terima kasih, Pak Jo, telah bersedia bergabung dengan kami di Supply Chain Stories. Bisa diceritakan, bagaimana perjalanan karir Bapak hingga di posisi saat ini?

Saya memulai karir profesional di PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang merupakan tambang batu bara terbesar di Indonesia, sebagai seorang Specialist Strategic Contract. Di tempat inilah saya pertama kali merasakan ketertarikan yang mendalam terhadap dunia Supply Chain Management (SCM).

Seiring berjalannya waktu, saya semakin terlibat dalam berbagai aspek SCM dan tanggung jawab saya terus berkembang. Setiap proyek baru memberi saya kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan mendalami berbagai strategi dalam pengelolaan operasional SCM.

Hal ini membuka jalan bagi saya untuk meraih posisi yang lebih tinggi hingga saat ini, di mana saya pernah dipercaya sebagai Group Head SCM di perusahaan mining contractor terkemuka dan kemudian mendapatkan kesempatan di posisi Direktur & CEO di perusahaan sekarang.

[BSC] Selain aktif dalam pekerjaan sehari-hari, Bapak juga kerap berbagi pengetahuan dengan rekan seprofesi melalui tulisan-tulisan di bidang rantai pasok dan pengadaan. Apa yang memotivasi Bapak untuk terus berkontribusi di bidang ini?

Salah satu keberuntungan saya selama bekerja di KPC adalah memperoleh sertifikasi Diploma in Purchasing & Supply dari Chartered Institute of Purchasing & Supply. Ini bukan hanya sebatas sertifikat, tapi juga membuka perspektif baru bagi saya dalam memahami kompleksitas pengelolaan rantai pasok secara lebih strategis.

Selain itu, saya juga sudah menyelesaikan Executive Education Program yang diselenggarakan oleh ITB mengenai Artificial Intelligence for Business Leader. Pengalaman ini membuat saya berpikir bahwa pengetahuan yang saya dapatkan secara gratis dari pengalaman kerja dan berbagai program Pendidikan layak untuk saya bagikan kepada orang lain.

Melalui tulisan, saya berharap bisa membantu orang-orang yang juga tertarik dan ingin berkarir di bidang SCM, memberi mereka wawasan dari pengalaman nyata yang mungkin bisa mempermudah langkah mereka.

[BSC] Dari pengalaman Bapak selama ini, dari satu industri ke industri lain, hal apa yang menurut Bapak paling penting & menjadi prioritas dalam mengelola rantai pasok?

Dari pengalaman saya, ada dua hal yang saya anggap sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional SCM.

Pertama, Do The Basic Right. Ini berarti memastikan bahwa setiap elemen dasar dalam proses SCM, seperti manajemen inventori, logistik, dan pengadaan, dijalankan dengan benar dan efisien. Hal ini menjadi landasan untuk memastikan kelancaran operasional.

Kedua, adalah membangun organisasi yang berbasis pada Data-Driven Decision Making (DDDM). Ini adalah budaya kerja di mana keputusan yang diambil bukan berdasarkan opini subjektif atau status seseorang dalam organisasi, melainkan berdasarkan data yang ada.

Dengan cara ini, kita bisa menghindari fenomena HIPPO (Highest Paid Person's Opinion) dan membuat keputusan yang lebih objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. DDDM memungkinkan tim SCM untuk terus berinovasi dan membuat keputusan strategis yang didasarkan pada data-data konkret, yang pada akhirnya berdampak positif bagi perusahaan secara keseluruhan.

[BSC] Bagaimana Bapak melihat profesi di supply chain & procurement saat ini? Apakah ada perbedaan signifikan jika kita bandingkan 15-20 tahun yang lalu?

Supply Chain Management telah mengalami transformasi yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Pada awal kemunculannya, operasional SCM sebagian besar bergantung pada proses manual dan pencatatan fisik yang sering kali memakan waktu dan rawan kesalahan. Namun, dengan hadirnya teknologi komputer di tahun 1980-an, proses manual ini mulai digantikan dengan solusi komputasi yang lebih efisien.

Perkembangan teknologi tidak berhenti di situ; digitalisasi dan Internet of Things (IoT) telah membawa SCM ke level yang sama sekali baru. Saat ini, data dapat dihasilkan dan diolah dalam jumlah yang sangat besar, yang memungkinkan pengambilan keputusan bisnis dilakukan lebih cepat dan lebih akurat.

[BSC] Pertanyaan terakhir Pak Jo, apa pesan Bapak untuk anak-anak muda yang ingin mencapai posisi puncak supply chain?

Berkarir di SCM itu seperti naik sepeda. Sepeda akan bergerak maju ketika dikayuh. Karir di SCM akan bergerak maju ketika kita tidak pernah berhenti belajar, berusaha dan berdoa.

MOMENTS THAT SHAPED THE LEADER

Turning Points

Teknologi di SCM

Teknologi telah merubah cara kita mengelola SCM, memungkinkan terciptanya business insights yang mendalam dan memungkinkan perusahaan untuk bergerak lebih lincah dalam merespons perubahan pasar. SCM yang dulu terkesan statis kini telah menjadi tulang punggung dinamis yang mendukung setiap aspek bisnis.

Karir di Supply Chain Seperti Naik Sepeda.

UPCOMING EVENT

Supply Chain Day 2026

Join the annual Supply Chain Day 2026 - Meet and learn from leading companies in FMCG, retail, mining, heavy equipment, distribution, and automotive who have developed real strategies to navigate demand volatility and operational complexity.

October 29, 2026 · 8:00 PM WIB · JW Marriot, Jakarta

Learn More & Register
SHARELinkedInWhatsApp

KEEP READING

More Supply Chain Stories