BSCSupply Chain StoriesSubscribe
Planning Complexity in the Oleochemicals Industry

PLANNING

EP. 003

Planning Complexity in the Oleochemicals Industry

Setyo Pujino: The importance for building the digital competency tool

Setyo Pujiono

Setyo Pujiono

Supply Planning & Sales Operations, Unilever Oleochemicals — Indonesia

PROFIL: Setyo Pujiono. Praktisi plannning & manufacturing. Saat ini adalah Planning & Sales Operations Manager di Unilever Oleochemicals Indonesia (UOI), anak perusahaan Unilever yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Sebelum bergabung dengan UOI, Setyo menghabiskan karier di bidang logistics & planning, termasuk pernah di Phillips, Shell dan PPG Indonesia. Keahlian spefisifikanya antara lain: S&OP strategies, digitalization initiatives (SAP R3/SAP APO/DDMRP), dan Net Working Capital reduction.

Written by Enha

THE JOURNEY

The Journey

Di edisi kali ini, kami menemui Setyo Pujiono, praktisi manufacturing & planning di Unilever Oleochemical Indonesia, dimana beliau membawahi function S&OP (Sales & Operations Planning), PPIC (Production Planning & Inventory Control) dan Inventory Management.

Wawancara kali ini mengupas lebih jauh tentang rantai pasok di dunia Oleochemical. Selamat menikmati!

[BSC] Pak Setyo, terima kasih sudah berkenan bergabung di Supply Chain Stories. Sebagai pertanyaan awal, kami ingin sharing dengan teman-teman di BSC bahwasanya Pak Setyo saat ini adalah Planning Manager di Unilever Olechemicals Indonesia. Mengingat industri oleochemicals mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, bisa Bapak ceritakan sekilas apa itu industri oleochemicals dan bagaimana perkembangan industri ini di Indonesia saat ini?

Terima kasih kepada BSC atas kesempatan yang di berikan dan sebuah kehormatan bagi saya bisa berkontribusi di komunitas ini.

Baiklah. Saya akan awali pembukaan ini dengan penjeIasan singkat tentang Industri Oleochemical. Secara prinsip, ini adalah process pengolahan minyak dari sumber yang dapat di perbaharui (renewable energy) berupa minyak hewani dan minyak nabati (kedelai,kelapa, sawit) menjadi produk senyawa kimia turunan berupa ikatan rantai carbon asam lemak, Gliserol, Alkohol lemak, Ester Metil (fatty ester methel esters – vegetable oil, recycle cooking oil untuk keperluan biodiesel, industrial solvent dll) dan Amina lemak (fatty amines – surfactant/intermediate chemical untuk shampoo, konditioner rambut dll).

Banyak istilah kimia yang saya gunakan disini karena memang industri ini banyak melibatkan proses kimia.

Di Indonesia, mayoritas jenis industri oleochemial adalah pengolahan minyak kelapa sawit – (CPO – crude palm oil dan CPKO – crude palm kernel oil), yang selaras dengan melimpahnya buah sawit sebagai bahan baku.

Lalu dalam konteks rantai pasok, prosesnya di mulai dari aktivitas panen/harvesting, CPO/CPKO milling – PKS (pabrik kelapa sawit), Oleochemical process and section pengolahan akhir dari produk senyawa kimia turunan menjadi finished product yg kita gunakan sehari hari seperti kosmetik, ditergen, sabun, pasta gigi dan lain lain.

Perlu dicatat bahwa plant facility oleochemical adalah high risk safety operation meliputi Refinary, Splitting, Fractionation, Distilation dan Hydrogenation termasuk juga supply chain activities inbound, storage, outbond dan penggunaan transportasi dalam jumlah besar, sehingga safety di oleochemical company adalah priority nomer satu.

Dari sisi bisnis, pertumbuhan bisnis oleochemical memperlihatkan trend positif dimana kesadaran masyarakat tentang produk yand ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor utama untuk saat ini dan ke depan nya. Hal ini tercermin dari meningkatkanya demand produk olahan yang di dasari oleh meningkatnya jumlah populasi dan trend yang berimbas terhadap ketersediaan finished product seperti kosmetik, pembersih rumah tangga, bidiesel dan lain lain di pasar.

Sebagai anak bangsa, kita patut berbangga bahwa Indonesia sebagai pemain utama di dunia sudah membuktikan esistensinya dan seiring berjalan waktu, beberapa investor juga sedang membangun fasilitas oleochemical yang baru tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

[BSC] Dengan pengalaman karier lebih dari 25 tahun di berbagai perusahaan ternama seperti Philips, Shell, PPG Coating dan sekarang di Unilever, bagaimana Bapak melihat evolusi dan peran planning di supply chain, terutama di era digitalisasi ini?

Setiap industri itu unik dan masing masing mempunyai challenges yang berbeda-beda, sehingga penggunaan digital tools harus di sesuaikan dengan karakteristik produk dan memberikan kemudahan di semua rantai pasok.

Hadirnya digital tools di planning secara spesifik telah men-transform /merubah sudut pandang, cara kerja dan sebagai penggerak untuk melakukan perbaikan.

Mari kita ambil contoh: Demand Sensing berbasis AI yang memberikan support untuk mengembangkan proses peramalan (forecasting) yang lebih baik, meminimalkan bias dan eror. Contoh lain adalah Demand & Supply Network Planning berbasis cloud (DDMRP), yang memudahkan kita untuk melakukan simulasi planning dari mobile devices.

Secara spesifik, end game digitalization di supply chain planning adalah meningkatkan value chain optimization dan memperbaiki kecepatan respon & reaksi terhadap dinamika perubahan demand dari customer.

[BSC] Ke depannya, menurut Anda, apa saja tantangan dan peluang terbesar dalam perencanaan supply chain di industri oleochemicals, khususnya dengan dinamika pasar global dan isu keberlanjutan?

Mencermati dinamika yang ada, saya mencatat setidaknya tiga penting yang perlu jadi atensi kita bersama, yakni:

Pasar yang sedang tumbuh seiring dengan kampaye sustainability (keberlanjutan) Potensi yg terbuka di pasar Asia, Eropa dan Amerika Dukungan dari pemerintah melalui kebijakan seperti Tax Holiday dan Kawasan Ekonomi Khusus dll.

Tigal hal diatas ada peluang yang ada di depan mata kita. Pertanyaan selanjutnya, seberapa siap kita merubah peluang ini menjadi potensi bisnis untuk kemakmuran bersama? Dari pengalaman saya di bidang ini, ada beberapa hal yang mesti dilakukan:

COMPLIANCE: Kepatuhan perusahaan terhadap regulasi baik itu lokal dan international. Sebagai contoh :

NDPE (Non Deforestation, Peat and Explotiation) sebagai manufacturing, kita harus memastikan bahwa palm oil/minyak sawit yang di pasok bersasal dari perkebunan yang bukan berasal dari pembalakan liar/pembukaan hutan, bukan dari penggunaan lahan gambut dan memastikan semua pekerja mendapat hak-haknya.

RSPO : Roundtable on Sustainable Palm Oil. Sebuah organisasi nirlaba dengan program untuk meningkatkan pertumbuhan dan mengembangkan global standard untuk produksi minyak sawit yg ramah lingkungan

EUDR - European Union Deforestation Regulation, adalah sertifikasi wajib yang harus penuhi untuk bisa memasuki pasar Eropa dan memastikan produk bukan berasal dari pembalakan liar.

COMPETITION: Bisnis di bidang ini sangat menggiurkan; mulai dari kebun sawit, oleochemical manufacturing dan distribution; sehingga beberapa perusahaan berlomba-lomba untuk berkompetisi dengan set up pabrik baru serta melengkapi fasilitas logistics baik itu membangun jetty ataupun menyediakan kapal tanker sebagai sarana pengangkut.

PRICE: Seperti oil dan gas, palm oil price fluktuasinya sangat tinggi sehingga mempengaruhi beaya produksi dan stabilitas rantai pasok.

HUMAN RESOURCES: Peluang untuk menjadi profesional di bisnis ini masih sangat terbuka dan kabar baiknya adalah saat ini tenaga-tenaga ahli oleochemical dari Indonesia masih belum mencukupi untuk mengisi kesempatan yang tersedia.

[BSC] Sebagai seorang profesional yang telah malang melintang di industri manufaktur, apa saran Anda untuk para pemula yang ingin membangun karir sebagai planner di bidang ini?

Skill mendasar yang di butuhkan untuk bisa berkarier sebagai planner di bidang ini adalah good attitude, communication, data analystic, strong leadhership dan fast learning. Kombinasi antara operation and demand market yang dinamis di industri ini menuntut kita untuk bisa agile dan resilence di semua kondisi, karena bisnis di industri ini reaction-time nya sangat cepat dan proses produksinya continue.

Strong mentality adalah keharusan sehingga dapat memahani budaya tempat kerja dan bisa beradaptasi dengan yang di harapkan semua stakeholders.

Di atas semua landasan itu, berikutnya adalah kemampuan kita untuk memahami alur process produksi, reaksi proses kimia di masing masing unit dan tank farm management. Hal ini menjadi basic knowledge untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis dan melakukan mitigasi jika terjadi penyimpangan di produksi, kualiti, penjualan dan logistik.

UPCOMING EVENT

Supply Chain Day 2026

Join the annual Supply Chain Day 2026 - Meet and learn from leading companies in FMCG, retail, mining, heavy equipment, distribution, and automotive who have developed real strategies to navigate demand volatility and operational complexity.

October 29, 2026 · 8:00 PM WIB · JW Marriot, Jakarta

Learn More & Register
SHARELinkedInWhatsApp

KEEP READING

More Supply Chain Stories